Cinta tak Harus Selalu Berdua

 Sebuah cinta tak hanya dirasakan saat kalian bersama, indah nya CINTA sesungguhnya itu dirasakan disaat kedua insan berjuang bersama untuk meraih kesuksesan, disaat jauh memang terasa rindu yang luar biasa tapi ada sebuah rasa yang lebih indah dari itu yaitu kuat kita dan semangat nya kita untuk sukses agar kita segera bersatu bersama,hidup bahagia bersama tanpa ada penyesalan. So CINTA yang sesungguhnya adalah  itu harus sama2 berjuang untuk sukses terlebih dahulu bukan Selalu Berduaan bersama itu hnya buat hati senang sesaat . Semngat buat temen temen yang LDR untuk bersama dalam kebahagiaan kekal kelak

Iklan

Jangan Mencela Hujan!!

Source by google

Sungguh sangat disayangkan sekali, setiap orang sudah mengetahui bahwa hujan merupakan nikmat dari Allah Ta’ala. Namun, ketika hujan dirasa mengganggu aktivitasnya, timbullah kata-kata celaan, “Aduh!! hujan lagi, hujan lagi”. Bahkan ada yang sampai mengumpat. Wal ‘iyadzubillah.

Perlu diketahui bahwa setiap yang seseorang ucapkan, baik yang bernilai dosa atau tidak bernilai dosa dan pahala, semua akan masuk dalam catatan malaikat. Allah Ta’ala berfirman,
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
”Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 18)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لاَ يُلْقِى لَهَا بَالاً ، يَرْفَعُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لاَ يُلْقِى لَهَا بَالاً يَهْوِى بِهَا فِى جَهَنَّمَ
“Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dia pikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. Dan ada juga seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang membuat Allah murka dan tidak pernah dipikirkan bahayanya lalu dia dilemparkan ke dalam jahannam.” (HR. Bukhari no. 6478, dari Abu Hurairah)

Mengenangmu

” MENGENANGMU ”

LANGKAH kaki ku menyusuri jalan … mengenang seorang pria yang ia puja semasa kecil dulu … rendi …. itulah namanya

PASTI orang mengira ia gila karena terus tersenyum membayangkan manis dan indahnyanya senyum dan tawa sang lelaki kecil itu … tanpa sadar kakiku tersandung pada sebongkah batu kecil. ia pun meringis kesakitan, dan segera duduk di sebuah halte bis di tepi jalan

MENUJU sekitarnya tatap nanar mata kecil ku. sekejap mata terbentur pada sepandang pria tampan yang sedang duduk di sisi lain bangku tugu kota. Pria itu …. mirip … bahkan …. YA !!! Benar !! … itu lelaki …. Tak salah lagi

PANGKUAN ku serasa terbebani oleh malu. namun hatinya terus membakar keberaniannya untuk menghampiri sang impiannya … sedetiksemenit30 menit …. telah berlalu dengan getar kaki yang begitu membuatnya keki. Akhirnya aku pun mulai maju menggeser tempat duduknya mendekati rendi

sreeetttt ….. satu (ia mulai menggeser)

sreeettttdua (geserannya semakin dekat, jantungku mulai berdegub kencang)

sreeeetttttiga (semakin dekat, kni kakiku mulai gemetar. rasa maluku mula bertimbulan … “terlintas difikir ku”bagaimana jika ia tak mengenaliku…. bagaimana ternyata ia tidak suka padaku …..silih berganti pikiran itu menggoyang kaki dan badannya hingga keringat dinginnya bercucuran)

sreeeeetttttiiigaaa … hampir SAMPAI …. tiba-tiba …

CIIITTTTT ….. GUUUBRAAAKKKKK….JDEEERRRRRR

ILAHI …. Apa yang terjadi ? tubuhku keluar dari jasadku yang terlempar tertabrak sebuah mobil xenia yang dikendarai oleh lelaki pemabuk. Tubuhku kini melayang …. Melihat rendi yang juga terlempar dari bangkunya, namun hanya mengalami shock dan luka memar. Mobil itu menabrak dengan TEPAT sisi tempatku duduk. 

Aku Cuma terpana … terdiam …. Dalam layang nyawa ku masih bisa melihat lelaki pujaanku itu. Duhai sayang …. Andai xenia maut itu tidak menjemput ajalku, tentu kuungkapkan semua perasaanku padamu. Namun apalah mau di kata …. Ini ternyata adalah LANGKAH MENUJU PANGKUAN ILAHI yang telah ditakdrkan padaku

Dengan nyawa semakin jauh darimu … kembali aku tersenyum

Kau …. Kan selalu menjadi lelaki tampan dalam hatiku

ku kan selalu MENGENANGMU … 

Blog di WordPress.com.

Atas ↑